Olah Sampah Organik Jadi Kompos, MTsN 2 Kota Malang Maju Adiwiyata

MTsN 2 Kota Malang membuat inovasi bidang lingkungan yang mengembangkan dengan mengolah sampah organic jadi kompos.

MTsN 2 Kota Malang membuat inovasi bidang lingkungan yang mengembangkan guru bersama pelajar dan karyawan di sekolah ini berhasil memanfaatkan limbah sampah organik menjadi produk yang bernilai tinggi sekaligus ramah lingkungan, yakni kompos.

Kompos organik buatan MTsN 2 Kota Malang berbahan utama sampah-sampah yang ada di lingkungan sekolah. Upaya penghimpunan sampah tidak banyak mengalami kendala karena semua warga sekolah memiliki kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan menjadi bersih dan sehat. Bahan kompos organik MTsN 2 Kota Malang juga berasal dari air leri (air cucian beras) dan sisa sayur segar dari rumah tangga.

Kegiatan pengolahan sampah organic menjadi kompos ini juga bagian dari komitmen MTsN 2 Kota Malang menjadi sekolah adiwiyata provinsi Jawa Timur.

Program adiwiyata merupakan salah satu program kementrian lingkungan hidup untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup.

Dengan program ini, warga sekolah memiliki kesadaran pentingnya menjaga lingkungan secara berkeselanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.

Dengan ini pengertian kompos sendiri adalah pupuk organik yang di buat dengan cara menguraikan sisa sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup. Untuk membuat pupuk kompos diperlukan bahan baku berupa material organik dan organisme pengurai. Organisme pengurainya bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme.

Untuk jenis jenis pupuk kompos ada 4 yaitu :

  1. Pupuk kompos aerob
  2. Pupuk Bokashi
  3. Vermikompos
  4. Pupuk organik cair

Ciri ciri kompos sendiri adalah (1) baunya sama dengan tanah , tidak berbau busuk. (2) warna coklat kehitaman, berbentuk butiran gembur seperti tanah. (3) jika dimasukkan ke dalam air seluruhnya tenggelam dan air tetap jernih tidak berubah warna. (4) jika di aplikasikan pada tanah tidak memicu tumbuhnya gulma.

TAHAP PENGOMPOSAN

Tahap pengomposan dibagi menjadi 3 fase : fase pertama merupakan dekomposisi bahan organik yang mudah terurai, menghasilkan panas yang tinggi  dan berlangsung singkat, kemudian diikuti fase kedua yaitu penguraian bahan organic yang sulit terurai. Kedua fase tersebut menghasilkan kompos segar. Kemudian fase ketiga berupa pematangan kompos menjadi ikatan komplek lempung –humus yang hasilnya berupa kompos matang.

PERBEDAAN

  • Apa bedanya pupuk kompos dan pupuk organik?
  • Berikut ini perbedaannya
  • – kompos merupakan pupuk organik yang dihasilkan dari bahan bahan organik seperti sampah organik , dedaunan dan bahan bahan organik lainnya
  • – pupuk organic terbuat dari bahan bahan kimia seperti urea, ZA, TS, SP-36, dan KCL,31

(Tim Kader Kompos Matsanda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*