Kota Malang (MTsN 2)- Setelah maraknya perbincangan soal Hots yang diisukan menjadi salah satu alasan menurunnya nilai UN, maka workshop ini menjadi upaya dari MTsN 2 Kota Malang mewaspadai hal tersebut. Pada pembukaan workshop tersebut, tampak H. Subhan berdampingan dengan para tamu kehormatan, H. Imam Syafi’i (Kasi Kurikulum dan Evaluasi Kantor Wilayah Kementerian AgamaProvinsi Jawa Timur), H. Sutrisno (Kasi PendMa Kemenag Kota Malang), dan H. Mukhlis (Kasubag TU kemenag Kota Malang).

Bertempat di Aula MTsN 2 Kota Malang, H. Jamal selaku pemateri dari Widyaiswara BDK Surabaya memberikan pemaparan dan pengarahan tentang ihwal, konsep, karakteristik, penyusunan, dan telaah soal Hots. Hots merupakan singkatan dari higher-order thinking skills. Ada beberapa cara yang dapat dijadikan pedoman oleh para penulis soal untuk menulis butir soal yang menuntut berpikir tingkat tinggi, yakni materi yang akan ditanyakan diukur dengan perilaku sesuai dengan ranah kognitif Bloom pada level analisis, evaluasi dan mengkreasi, setiap pertanyaan diberikan dasar pertanyaan (stimulus) dan soal mengukur kemampuan berpikir kritis.

Soal Hots nyatanya sudah dimunculkan sejak UN tahun 2013 dengan prosentase 7,5% dan terus meningkat setiap tahunnya, hingga UN tahun 2018 prosentasenya mencapai15%. Dengan munculnya soal Hots ini, diharapkan peserta didik lebih terarah atau terkonsep dalam menyelesaikan permasalahan. Selain itu, dari soal Hots ini juga diharapkan peserta didik lebih terbuka terhadap literasi dan mampu bersaing ditingkat internasional.

“Untuk dapat menerapkan soal Hots pada peserta didik, tentunya harus diimbangi pembelajaran yang Hots pula,” tegas H. Jamal menutup workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut, sabtu (14/09). (ha)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.