Kota Malang (MTsN 2)-Semakin berkembangnya sistem pendidikan yang ada, kini sistem Satuan Kredit Semester (SKS) tidak hanya berlaku di perguruan tinggi, tetapi juga marak diberlakukan di madrasah atau sekolah tingkat atas hingga menengah. MTsN 2 Kota Malang juga salah satu instansi pendidikan yang mulai merintis sistem SKS. Tidak ingin ketinggalan, MTsN 2 Kota Malang pun adakan workshop pengembangan media pembelajaran SKS dengan pemateri handal dan menghibur, H. Saiful Bahri.

Konsultan program SKS Kemenag Jakarta tersebut menjelaskan bahwa SKS adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang peserta didiknya menyepakati jumlah beban belajar yang diikuti dan/atau strategi belajar setiap semester pada satuan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan/kecepatan belajarnya. Bersadarkan Permendikbud Nomor 158 Tahun 2014 Pasal 10 ayat (1) dan Pasal 3 ayat (3), lama belajar peserta didik sistem SKS paling cepat tuntas 2 tahun dan selambat-lambatnya 4 tahun. Untuk itu, tuntasnya peserta didik ditentukan oleh kemampuan dan usaha masing-masing. Tidak ada istilah naik atau tidak naik kelas bagi peserta didik, namun dinyatakan dalam lulus atau tidak lulus.

Untuk memudahkan proses dan evaluasi pembelajaran dalam kelas yang kemampuan peserta didiknya beragam, perlu adanya pengembangan media pembelajaran Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM). UKBM berupa rangkaian tugas pembelajaran sesuai kompetensi dasar pengetahuan yang disusun secara berurutan dari yang mudah hingga sukar. Setelah dua hari (5-6/7) mengikuti arahan dari H. Saiful, kini waktunya bapak ibu guru MTsN 2 Kota Malang melasanakan penyusunan tugas mandiri yang meliputi analisis KD dan IPK, UKBM, dan RPP, Senin (8/7). (ha)

https://jatim.kemenag.go.id/berita/513996/mtsn-2-kota-malang-belajar-sks-bersama-h-saiful-bahri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.