Kota Malang (MTsN 2) – Sabtu (22/06), halalbihalal memang sudah menjadi tradisi umat islam di momen idul fitri yang bernuansa religius dan sosial. Ungkapan halal bi halal berasal dari kalimat berbahasa Arab, halalul bi halalin, yang artinya saling menghalalkan. Menurut KBBI bermakna, hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di suatu tempat oleh sekelompok orang, atau dapat pula bermakna silaturahmi.

Masih dalam bulan Syawal 1440 H, suasana halalbihalal MTs Negeri 2 Kota Malang satu pekan lalu masih hangat dalam ingatan. Sebagai pembuka, H. Subhan, selaku kepala MTs Negeri 2 Kota Malang dalam sambutannya mengawali acara halal bi halal dengan sebaris doa, Ja’alanallahu wa iyyakum minal aidzin wal faidzin (semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung). Tidak hanya keluarga besar MTs Negeri 2 Kota Malang, bapak Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Malang, bapak Camat Kedungkandang, dan Komite MTsN 2 Kota Malang juga turut hadir dalam acara tersebut.

Tidak pula sekedar mengakrabkan tali kekeluargaan, mauidzoh hasanah pun menjadi salah satu rangkaian acara pada pagi hari itu. Bertempat di Masjid Al-Ikhlas, Ustad K.H. Salim, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda, menyampaikan kiat sukses untuk hidup di dunia dan di akhirat. Pertama, anjuran untuk berbakti kepada kedua orang tua, menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Kedua, rajin bersedekah, menginfakan sebagian hartanya untuk mencari keridhoan Allah. Ketiga, menjaga tali silaturahmi, sesuai dengan pesan bapak H. Sutrisno, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Malang, dalam sambutannya untuk senantiasa menjaga hati, baik hati diri sendiri maupun orang lain. (ha)

https://jatim.kemenag.go.id/berita/513654/halalbihalal-mtsn-2-kota-malang-kuatkan-nilai-religius-dan-sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.