Jadikan santri ‘PLUS’ MTsN 2 Kota Malang laksanakan Pondok Ramadhan

Kota Malang (MTsN 2) –  Kegiatan Pondok Ramadhan ( Ponram) oleh seluruh peserta didik kelas 7, 8 dan 9 dibuka secara resmi oleh Kepala Madasah, Amin Tohari, di masjid Al-Iklhas pada hari ini ( 03/04) berjalan dengan lancar.

Kegiatan yang diawali oleh pembacaan kalam Ilahi yang dibacakan oleh salah satu siswa dan dilanjutkan sambutan panitia.

Bisri selaku ketua panitia mendesain kegiatan ini dengan 2 type yakni type C dan D selama 2 hari setiap jenjangnya.

“Peserta didik akan melaksanakan Ponram 2 hari dan waktunya berbeda, sehari dimulai dhuha dan pulang setelah dhuhur namun di hari kedua mereka hadir di madrasah sebelum sholat Ashar dan pulang setelah Tarawih,” jelas guru PAI dalam sambutannya.

Selama kegiatan Ramadan peserta didik akan mengikuti dengan buku panduan untuk pengontrol dan dijadikan buku penilaian selama mengikuti kegiatan Ponram.

“ Panitia menyediakan buku kendali dan sebagai penilaian peserta selama kegiatan Ponram,” kata Bisri  yang juga pengasuh Mahad Nawaina di madrasah tersebut.

Selaras dengan hal diatas, Amin Tohari menyampaikan filosofi kata SANTRI terdiri dari beberapa huruf dalam bahasa Arab yakni sin, nun, ta’, ro’, dan ya’. 

Sin berarti saafiqul khoir atau pelopor kebaikan, di manapun ia berada. Nun, naasibul ulama (penerus ulama). Santri merupakan para kader, calon yang kelak diharapkan akan menjadi penerus para ulama. Ketiga huruf ta’, yaitu taarikul ma’ashi (meninggalkan maksiat. Sedangkan huruf ro’ dan ya’ dijabarkan sebagai syarat yang mesti dimiliki para santri, yaitu Ridho Allah dan sifat yaqin. Kelima hal inilah, yang mesti menjadi karakter dan syarat yang dimiliki para santri agar bisa berhasil dalam kehidupannya di dunia maupun akhirat.

Pada kesempatan tersebut, Amin Tohari juga berharap dengan kegiatan Ponram ini mengajak peserta didik menjadi santri PLUS dan untuk mewujudkan slogan mandiri berprestasi menjadi peserta didik yang  mandiri belajarnya terutama ibadahnya, religius dengan indikasi tutur katanya, perilakunya dalam setiap kesempatan dan dimana saja.

Mantan pengajar pada MTsN 1 juga mengharapkan dalam kesempatan ponram tersebut tetap menjaga prestasi bidang Adiwiyata yang baru saja menerima penghargaan sebagai sekolah/madrasah adiwiyata untuk berwawasan lingkungan.

“ Dengan Ponram pesera didik tetap mempunya wawasan lingkungan bahkan berbudaya lingkungan dan mempunyai kepedulian dengan menerapkan budaya rasa memiliki , merawat, menjaga dan memiliki  sense of belonging,” ujar calon Doktor dalam akhir sambutanya. (MSlim)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*