Kota Malang (MTsN 2)- Deretan Bus Wisata berjajar panjang di halaman depan MTsN 2 Kota Malang pada Jum’at (29/12). Alhamdulillah rombongan Rihlah MTsN 2 Kota Malang kembali dengan membawa pengalaman yang mengesankan. Rihlah merupakan perlawatan atau perjalanan bertajuk pendidikan (study tour) yang  diagendakan  setiap tahunnya bagi siswa kelas 9. Rihlah MTsN 2 Kota Malang dipenghujung tahun 2017 ini memilih 3 destinasi di Yogyakarta.

Destinasi pertama, makan Kyai Raden Santri di Gunungpring, Muntilan, Magelang. Raden Santri adalah putra Kyai Ageng Pemanahan yang masih keturunan Prabu Brawijaya Majapahit. Banyak kejadian-kejadian luar biasa terkait kewaliannya untuk mengenalkan wujud kebesaran Allah SWT. Seperti pada saat beliau hendak mengajarkan sholat bagi penduduk di dusun yang tandus. beliau memohon kepada Allah agar dusun tersebut diberikan air untuk berwudhu, seketika itu muncullah mata  air yang jernih.

Untuk sampai di makan Kyai Raden Santri di bukit Gunungpring, perlu melewati puluhan anak tangga terlebih dahulu. Tapi jangan khawatir, sembari itu pengunjung dimanjakan dengan toko-toko yang berjajar dengan aneka macam oleh-oleh hingga perjalanan panjang  terasa begitu dekat.  Sesampainya di makam, pengunjung disambut dengan  pengetahuan tentang ziarah kubur, mulai dari tata cara, hukum, hingga manfaat ziarah kubur.

Destinasi kedua, Candi Borobudur terletak di Kedu Selatan, Borobudur, Magelang.  Tak heran jika Candi Borobudur termasuk dalam salah satu tujuh keajaiban dunia, bukan hanya menyuguhkan keindahan dari segi kepariwisataan, lebih dari itu Candi Borobudur memberikan banyak pengetahuan bagi para pengunjungnya. Candi yang didirikan pada abad ke-8 Masehi ini  dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kaki candi, badan candi, dan puncak.  Kaki candi menggambarkan kehidupan manusia yang belum terlepas dari nafsu, badan candi menggambarkan manusia yang sudah mempunyai keinginan luhur (tetap dengan sifat kemanusiaannya), sementara puncak menggambarkan kehidupan batin atau lam spriritual yang sudah meninggalkan sifat keduniaan.

Destinasi ketiga,  perjalanan terakhir di hari Kamis (28/9), Pusat perbelanjaan Yogyakarta, Malioboro.  Tempat yang berdampingan dengan Tugu ini menghadirkan berbagai pilihan kekhasan Yogyakarta untuk dijadikan oleh-oleh, mulai dari makanan, pernak-pernik, hingga pakaian. Satu pesan ketika berkeliling di Malioboro, pandai-pandailah menawar! (ha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.