Tak Mau Ketinggalan, MTsN 2 Kota Malang Ikuti Duet Masak

Kota Malang (MTsN 2)- Selasa (05/12), jika biasanya lomba memasak dilaksanakan oleh ibu-ibu, lalu bagaimana kalau kali ini diikuti oleh para bapak? Rupanya, ada yang berbeda dalam pelaksanaan lomba memasak yang diadakan DWP Kankemenag Kota Malang tahun ini. Pasalnya, panitia menghendaki kaum adam sebagai peserta lomba memasak nasi goreng.

Tak tanggung-tanggung, syarat ketentuan lomba yang pertama menghendaki agar peserta lomba diutamkan bapak ketua unsur pelaksana. Subhan, selaku Kepala MTsN 2 Kota Malang pun turut andil dalam lomba tersebut. Tidak seorang diri, beliau menggandeng Arif Bahtiar sebagai rekan duetnya. Senyum antusias menjadi salah satu bekal menghadapi lawan.

Bertempat di halaman parkir dalam Kankemenag Kota Malang dengan durasi 30 menit, dihidangkanlah menu nasi goreng jawa oleh keduanya. Sesuai dengan kriteria penilaian, tidak hanya cita rasa masakan, kreasi hiasan dan kesehatan pun menjadi sorotan. Untuk itu, agar terlihat lebih cantik, beberapa warna sayuran dan lauk turut menghiasi hidangan. Ada merahnya tomat dan cabai, merah mudanya sosis, kuningnya telur, serta hijaunya sawi dan mentimun.

“Dengan mengikuti lomba ini, kita dapat mengetahui peran seorang perempuan. Kita jadi tahu bahwa memasak itu ribet. Baru memasak nasi goreng beberapa menit saja sudah berkeringat, bagaimana dengan seorang wanita yang memang tugasnya memasak? Jadi apapun bentuk dan rasa hidangan yang disajikan oleh seorang istri atau ibu, berusahalah untuk selalu menghargai, jangan mudah mengeluh,” terang Arif Bahtiar menyampaikan pesan juri di ajang perlombaan Hari Ibu kala itu. (ha)

 

MTsN 2 Kota Malang Bangga Berwajah Pesantren

Kota Malang (MTsN 2 Kota Malang ) –  Jum’at (20/10), seluruh warga MTsN 2 Kota Malang laksanakan upacara hari santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. Para siswa beserta guru dan karyawan mengenakan pakaian khas yang biasa dikenakan oleh santri, maka seluruh siswa putra MTsN 2 Kota Malang mengenakan sarung dalam berbagai model. Bagi siswa kelas VII sarung dikalungkan di leher, untuk siswa kelas VIII sarung dikenakan hingga lutut, dan  kelas IX sarung dipakai mulai pinggul hingga mata kaki.

Dalam amanatnya, Kepala MTsN 2 Kota Malang menyampaikan beberapa  hal tentang hari santri. Beliau menyampaikan bahwa penetapan hari santri nasional  dilatar belakangi oleh peran santri bagi bangsa yang mempunyai andil besar menjaga kesatuan NKRI. Pernyataan tersebut sesuai dengan akronim dari kata “Santri”, yang dalam bahasa arabnya terdiri 5 huruf yaitu, sinnun,  ta’ra’, dan  ya’Sin dijabarkan menjadiSaalikun ilal akhirah (penempuh jalan akhirat), nun dijabarkan menjadi Naaibun anil masyaayikh (generasi para guru/ulama),  ta’dijabarkan menjadi Taarikun anil ma’aashi (meninggalkan kemaksiatan), ra’ dijabarkan menjadi Raagibun fil khairat (senang dalam hal kebaikan), dan ya’ dijabarkan menjadi Yarjussalaamah fiddiin waddunyaa wal akhirah (mengharap keselamatan agama, dunia, dan akhirat).

”Semoga wajah pesantren, wajah Indonesia dalam artian Indonesia identik dengan kebaikan budayanya, pendidikannya, nilainya, dan berjiwa santri. Kita bangga Indonesia berwajah pesantren, berwajah santri,” pesan Subhan, selaku pembina upacara. (ha)

Editor: isn/hans/mn

Syamsul Bahri : Kunci Pembuka Kesuksesan Berupa Niat, Ikhlas, Berdoa, Kompak, Inisiatif, belajar dan Saling Memperbaiki

Kota Malang (MTsN 2)- Sabtu (11/11), MTsN 2 Kota Malang sambut kedatangan  Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim dengan senyum sumringah, lantunan nada islami dari Albanjari, dan gerak gemulai Tari Soyong. Tidak sekedar singgah, beliau pun memberikan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan MTsN 2 Kota Malang. Dengan gaya penyampaian yang santai namun tetap hikmat, Syamsul Bahri mampu menghadirkan suasana nyaman bagi seluruh peserta pembinaan.

Menyambut tamu istimewa, Subhan utarakan keistimewaan MTsN 2 Kota Malang dalam sambutannya. Selain menggambarkan keadaan lingkungan MTsN 2 Kota Malang yang asri, beliau juga menyampaikan bukti kekompakan dan rasa kekeluargaan yang dimiliki MTsN 2 Kota Malang. Ditambah lagi dengan pemaparan prestasi yang telah diraih, baik tingkat Malang Kota, Malang Raya, Jawa-Bali, hingga nasional. “Maka dari itu, wajah MTsN 2 Kota Malang kerap kali muncul di media massa,” tutur Kepala MTsN 2 Kota Malang.

Memasuki acara inti yaitu pembinaaan, pacuan semangat untuk bersama-sama memajukan MTs kian terasa. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim telah memberikan kunci membuka pintu kesuksesan kepada seluruh peserta pembinaan. Kunci tersebut berupa niat, ikhlas, selalu berdoa, menjalin kekompakan, adanya inisiatif, mau belajar, dan saling memperbaiki. (ha)

Semarak Bulan Bahasa MTsN 2 Kota Malang

Kota Malang (MTsN 2) –  Berbeda dengan hari-hari yang lain, pagi ini nuansa kebinnekaan terasa begitu kental di MTsN 2 Kota Malang. Hal yang paling menjadi sorotan adalah pakaian yang dikenakan oleh seluruh warga MTsN 2 Kota Malang. Beragam corak pakaian adat tampak menyemarakkan perayaan Bulan Bahasa.

Kepala MTsN 2 Kota Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu tujuan peringatan bulan bahasa adalah untuk mempererat persatuan di tengah perbedaan yang ada. Perbedaan adalah keanekaragaman yang membuat hidup lebih berwarna. Untuk itu, warna-warna bahasa pun tampil dalam gebyar peringatan bulan bahasa. Ada drama bahasa Indonesia, pidato bahasa Arab dan Inggris, mendongeng bahasa Jawa, serta puisi bahasa Madura.

Bahasa tentunya tidak lepas dari kebiasaan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut juga muncul pada perlombaan yang digelar, yaitu lomba menulis cerpen, menulis puisi, dan duta bahasa. Peserta duta bahasa dituntut untuk menyimak dengan baik pertanyaaan dari bapak dan ibu guru, lalu dengan cepat dan tepat menuliskan jawabannya di kertas yang telah disediakan. Pertanyaan terdiri dari materi mata pelajaran bahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan Jawa.

Sesuai jargon pemandu acara saat itu, “Bulan Bahasa, bulan kita semua!”, maka seluruh warga MTsN 2 Kota Malang turut berpatisipasi dalam menyemarakkan bulan bahasa. Tampilan yang disuguhkan tidak hanya dari siswa tapi juga dari bapak ibu guru, seperti tampilan puisi bahasa Madura oleh Arif Bahtiar dan tampilan puisi Sajak Palsuoleh Subhan, selaku Kepala  MTsN 2 Kota Malang, Selasa (14/11). (ha)

Editor : hans/isn

Sumber : http://jatim.kemenag.go.id/berita/501999/semarak-bulan-bahasa-mtsn-2-kota-malang

 

KISAH NABI ZAKARIA

Masa yang dialami oleh Nabi Zakaria adalah masa yang aneh di mana banyak hal yang berlawanan yang berhadap-hadapan dan saling bertentangan serta terlibat pertarungan yang tidak pernah padam. Keimanan kepada Allah SWT bercahaya di mesjid yang besar di Baitul Maqdis, sedangkan kebohongan memenuhi pasar-pasar Yahudi yang bersebelahan dengan mesjid itu. Sudah menjadi tradisi dunia bahwa segala sesuatu yang bertentangan mesti saling berhadapan pada: kebaikan dengan kejahatan, cahaya dengan kegelapan, kebenaran dengan kebohongan, para nabi dengan para pembangkang. Alhasil, segala sesuatu berhadapan untuk mempertahankan kehidupan. Di masa yang kuno ini terdapat seorang nabi dan seorang alim yang besar. Nabi yang dimaksud adalah Zakaria sedangkan seorang alim besar yang Allah SWT memilihnya untuk salat di tengah-tengah manusia adalah Imran. Imran adalah seorang suami dan istrinya sangat berharap untuk melahirkan anak. Waktu pagi menyelimuti kota, keluarlah istri Imran untuk memberikan makan kepada burung dan ia melihat pamandangan yang ada di sekitarnya dan mulai merenungkannya. Di sana terdapat seekor burung yang memberi makan anaknya dengan cara menyuapinya dan memberinya minum. Burung itu melindungi anaknya di bawah sayapnya karena khawatir dari kedinginan. Ketika melihat pemandangan itu, istri Imran berharap agar Allah SWT memberinya anak. Ia mengangkat tangannya dan mulai berdoa agar Allah SWT menganugerahinya seorang anak lelaki. Allah SWT mengabulkan doanya dan pada suatu hari ia merasa bahwa ia sedang hamil lalu kegembiraan menyelimutinya dan ia bersMikur kepada Allah SWT:

“(Ingatlah) ketika istri Imran berkata: ‘Ya Tuhanhu, sesungguhnya aku telah menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi anak yang saleh dan berkhidmat (di Baitil Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'” (QS. Ali ‘Imran: 35)

Ia bernazar agar anaknya menjadi seorang pembantu di mesjid sepanjang hidupnya yang mengabdi kepada Allah SWT dan mengabdi kepada rumah-Nya, yaitu masjid. Lalu tibalah hari kelahiran. Istri Imran melahirkan seorang anak perempuan. Istri itu merasa terkejut karena ia menginginkan seorang anak lelaki yang dapat mengabdi untuk mesjid dan beribadah di dalamnya. Ketika ia melihat bahwa anaknya seorang perempuan, maka ia tetap menjalankan nazarnya, meskipun anak lelaki bukan seperti anak perempuan:

“Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu, dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya ahu telah menamai dia Maryam.” (QS. Ali Imran: 36)

Allah SWT mendengar doa istri Imran; Allah SWT mendengar apa yang kita ucapkan dan apa yang kita bisikkan dalam diri kita, bahkan apa yang kita inginkan untuk kita ucapkan dan kita tidak melakukannya. Semua itu diketahui oleh Allah SWT. Allah SWT mendengar bahwa istri Imran memberitahu-Nya bahwa ia melahirkan anak perempuan dan Allah SWT lebih mengetahui tentang anak yang dilahirkannya. Allah SWT-lah yang memilihkan jenis kelamin anak yang lahir di mana Dia menciptakan anak laki-laki atau perempuan. Allah SWT mendengar bahwa istri Imran berdoa kepada-Nya agar Dia menjaga anak perempuan ini yang dinamakan Maryam dan juga menjaga keturunannya dari setan yang terkutuk:

“Dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk. maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya.” (QS. Ali ‘Imran: 36- 37)

Allah SWT mengkabulakn doa istri Imran dan ibu Maryam. Allah SWT menyambut Maryam dengan penyambutan yang baik dan memberinya keturunan yang baik. Allah SWT berkehendak melalui rahmat-Nya untuk menjadikan perempuan ini sebagai wanita terbaik di muka bumi dan menjadikan ibu dari seorang nabi yang kelahirannya merupakan mukjizat terbesar seperti kelahiran Nabi Adam. Nabi Adam lahir tanpa seorang ayah atau ibu, sedangkan Nabi Isa lahir tanpa seorang ayah. Nabi Isa berasal dari ibu yang suci yang belum menikah, yang belum disentuh oleh manusia.

Mula-mula kelahiran Maryam mendatangkan sedikit problem. Imran telah mati sebelum kelahiran Maryam dan para ulama di zaman itu dan para pembesar ingin mendidik Maryam. Setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kemuliaan ini, yaitu mendidik seorang perempuan dari seorang lelaki besar vang mereka hormati. Zakaria berkata: “Biarkan aku yang mengasuhnya karena ia adalah kerabat dekatku. Istriku adalah bibinya dan aku adalah seorang Nabi dari umat ini. Aku lebih utama daripada kalian untuk mengasuhnya.” Lalu para ulama dan para guru berkata: “Mengapa tidak seorang di antara kami yang mengasuhnya. Kami tidak akan membiarkan engkau mendapatkan keutamaan ini tanpa persetujuan dari kami.” Hampir saja mereka berselisih dan bertarung kalau seandainya mereka tidak menyepakati diadakannya undian. Yakni, seseorang yang mendapatkan undian, maka itulah yang akan mengasuh Maryam.

Diadakanlah undian. Maryam diletakkan di atas tanah dan diletakkan di sebelahnya pena-pena orang-orang yang ingin mengasuhnya. Kemudian mereka menghadirkan anak kecil lalu anak kecil itu mengeluarkan pena Zakaria. Zakaria berkata: “Allah SWT memutuskan agar aku mengasuhnya.” Para ulama dan para Syekh berkata: “Tidak, undian harus dilakukan tiga kali.” Mereka mulai berpikir tentang undian yang kedua. Setiap orang mengukir namanya di atas pena kayu dan mereka berkata, kita akan melemparkan pena-pena kita di sungai, maka siapa yang penanya menantang arus, itulah yang menang:

“Padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.” (QS. Ali ‘Imran: 44)

Mereka pun melemparkan pena-pena mereka di sungai sehingga pena-pena itu berjalan bersama arus, kecuali pena Zakaria yang menantang arus. Zakaria merasa bahwa mereka akan puas tetapi mereka bersikeras untuk mengadakan undian yang ketiga kali. Mereka berkata: “Kita akan melemparkan pena-pena kita di sungai. Pena yang berjalan bersama arus, maka itulah yang akan mengasuh Maryam.” Mereka pun melemparkan pena-pena mereka dan semua berjalan menantang arus, kecuali pena Zakaria. Akhirnya, mereka menyerah kepada Zakaria dan mereka menyerahkan anak itu kepadanya agar Zakaria mengasuhnya. Nabi Zakaria mulai mengasuh Maryam dan mendidiknya serta menghormatinya sampai ia dewasa. Maryam memiliki tempat khusus di dalam mesjid. Ia mempunyai suatu mihrab yang di situ ia beribadah. Jarang sekali ia meninggalkan tempatnya. Ia selalu beribadah dan salat di dalamnya serta berzikir dan bersyukur dan menuangkan cintanya kepada Allah SWT. Terkadang Zakaria mengunjunginya di mihrab. Tiba-tiba, pada suatu hari Zakaria menemuinya dan ia melihat sesuatu yang mencengangkan. Saat itu musim panas tetapi Nabi Zakaria menemui di tempat Maryam buah-buahan musim dingin, dan pada kesempatan yang lain ia menemui buah-buahan musim panas sedangkan saat itu musim dingin. Zakaria bertanya kepada Maryam: “Darimana datangnya rezeki ini?” Maryam menjawab: “Bahwa itu berasal dari Allah SWT.” Pemandangan seperti ini berulang lebih dari sekali:

“Setiap Zakaria masuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya.” (QS. Ali ‘Imran: 37)

Nabi Zakaria adalah seorang tua dan rambutnya sudah dikelilingi uban. Ia merasa bahwa tidak lama lagi hidupnya akan berakhir dan istrinya, bibi Maryam, adalah seseorang wanita tua sepertinya yang belum melahirkan seseorang pun dalam hidupnya karena ia wanita yang mandul. Nabi Zakaria menginginkan agar ia mendapatkan seorang anak laki-laki yang akan mewarisi ilmunya dan akan menjadi nabi yang dapat membimbing kaumnya dan berdakwah kepada mereka untuk mengikuti Kitab Allah SWT.

Zakaria tidak menyampaikan keinginan ini kepada seseorang pun, bahkan kepada istrinya, tetapi Allah SWT mengetahuinya sebelum pikiran itu disampaikan. Pada pagi itu Zakaria menemui Maryam di mihrabnya, lalu ia mendapati buah-buahan yang sebenarnya sudah tidak musim. Zakaria bertanya kepada Maryam:

“Zakaria berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya.” (QS. Ali ‘Imran: 37-38)

Zakaria berkata pada dirinya Maha Suci Allah SWT dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Lalu kerinduan mulai menyelimuti hatinya dan ia mulai menginginkan keturunan. Nabi Zakaria berdoa kepada Tuhannya:

“(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engka u, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeningalku, sedang istriku adalah seseorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akmi mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Yakub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorangyang diridahi. ” (QS. Maryam: 2-6)

Nabi Zakaria meminta kepada Penciptanya tanpa mengangkat suara keras-keras agar Dia memberinya seorang lelaki yang mewarisi kenabian dan hikmah serta keutamaan dan ilmu. Nabi Zakaria khawatir kaumnya akan tersesat setelahnya di mana tidak ada seorang nabi setelahnya. Allah SWT mengkabulkan doa Zakaria. Belum lama Nabi Zakaria berdoa kepada Allah SWT hingga malaikat memanggilnya saat ia salat di mihrab:

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (memperoleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS. Maryam: 7)

Zakaria kaget dengan berita ini, bagaimana ia dapat memiliki seorang anak. Karena saking gembiranya Zakaria sangat terguncang dan dengan penuh keheranan ia bertanya:

“Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua.” (QS. Maryam: 8)

Ia heran bagaimana ia dapat melahirkan sementara ia sudah tua dan istrinya pun wanita yang mandul:

“Tuhan berfirman: ‘Demikianlah.’ Tuhan berfirman: ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali.” (QS. Maryam; 9)

Para malaikat memberitahunya bahwa ini terjadi karena kehendak Allah SWT dan kehendak-Nya pasti terlaksana. Tidak ada sesuatu pun yang sulit bagi Allah SWT. Segala sesuatu yang diinginkan di alam wujud ini pasti terjadi. Allah SWT telah menciptakan Zakaria sebelumnya dan beliau pun sebelumnya tidak pernah ada. Segala sesuatu diciptakan Allah SWT hanya dengan kehendak-Nya:

“Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah herkata kepadanya: ‘Jadilah!’, maka jadilah ia. ” (QS. Yasin: 82)

Hati Nabi Zakaria dipenuhi rasa syukur kepada Allah SWT dan ia pun memuji-Nya. Lalu ia meminta kepada Allah SWT agar memberinya tanda-tanda:

“Zakaria berkata: Ya Tuhanku, berilah suatu tanda.’ Tuhan berfirman: ‘Tanda bagimu adalah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat.’ Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.” (QS. Maryam: 10-11)

Allah SWT memberitahunya bahwa akan terjadi tiga hari di mana di dalamnya ia tidak mampu berbicara, padahal saat itu ia sehat-sehat saja tidak sakit. Jika hal ini terjadi padanya, maka hendaklah ia yakin bahwa istrinya hamil dan bahwa mukjizat Allah SWT benar-benar terwujud. Kemudian hendaklah saat itu ia berbicara kepada manusia melalui isyarat dan banyak bertasbih kepada Allah SWT di waktu pagi dan sore.

Zakaria keluar pada suatu hari kepada manusia dan hatinya dipenuhi dengan syukur. Ia ingin berbicara dengan mereka namun ia mengetahui bahwa ia tidak mampu berbicara. Zakaria mengetahui bahwa mukjizat Allah SWT telah terwujud lalu ia mengisyaratkan kepada kaumnya agar mereka bertasbih kepada Allah SWT di waktu pagi dan sore. Ia pun selalu bertasbih kepada Allah SWT dalam hatinya. Zakaria merasakan kegembiraan yang sangat dalam. Malaikat memberitahunya tentang kelahiran seorang anak lelaki yang Allah SWT menamakannya Yahya. Untuk pertama kalinya kita di hadapan seorang anak yang ayahnya tidak memberikan nama kepadanya dan ibunya pun tidak memilihkan nama untuknya, tetapi Allah SWT-lah yang memberinya nama. Dengan kemuliaan yang agung ini, Allah SWT menyampaikan berita gembira kepada Zakaria bahwa anaknya Yahya akan membenarkan kalimat Allah SWT dan akan menjadi seorang yang mulia dan seorang Nabi dari orang-orang yang saleh.

Zakaria gemetar, karena saking gembiranya. Air matanya mulai berlinangan dan jenggotnya yang putih mulai basah. Ia salat kepada Allah SWT sebagai tanda syukur atas pengkabulan doanya dan kelahiran Yahya.♦

Sumber : https://quran.al-shia.org/id/qesseh-quran/24.htm

Keutamaan Zikir “Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar”

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar

1. Rasulullah SAW. bersabda, “Lazimkan membaca subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akhbar, kerana semua itu dapat menghapuskan dosa sebagaimana gugurnya daun dari pohon”. (HR Ibnu Majah)

2. Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW. berkata : “Membaca Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar lebih aku sukai daripada seisi dunia.” (Hadith Riwayat Muslim)

3. Dari Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada empat ucapan yang paling disukai oleh Allah: (1) Subhanallah, (2) Alhamdulillah, (3) Laa ilaaha illallah, dan (4) Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai” (HR. Muslim no. 2137).

4. Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Sesungguhnya membaca “subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar)” adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.” (HR. Muslim no. 2695).

Al Munawi rahimahullah mengatakan, “Segala sesuatu yang dikatakan antara langit dan bumi, atau dikatakan lebih baik dari sesuatu yang terkena sinar matahari atau tenggelamnya, ini adalah ungkapan yang menggambarkan dunia dan seisinya.” Dari sini menunjukkan bahwa keempat kalimat tersebut lebih baik daripada dunia seisinya.

5. Dari Ummi Hani’ binti Abu Thalib dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewatiku pada suatu hari, lalu saya berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, saya sudah tua dan lemah, maka perintahkanlah kepadaku dengan amalan yang bisa saya lakukan dengan duduk.” Beliau bersabda: “Bertasbihlah kepada Allah seratus kali, karena itu sama dengan kamu membebaskan seratus budak dari keturunan Isma’il. Bertahmidlah kepada Allah seratus kali karena itu sama dengan seratus kuda berpelana yang memakai kekang di mulutnya, yang kamu bawa di jalan Allah. Bertakbirlah kepada Allah dengan seratus takbir karena ia sama dengan seratus unta yang menggunakan tali pengekang dan penurut. Bertahlillah kepada Allah seratus kali.” Ibnu Khalaf berkata; saya mengira beliau bersabda: “Karena ia memenuhi di antara langit dan bumi, dan pada hari ini tidaklah amalan seseorang itu diangkat kecuali akan didatangkan dengan semisal yang kamu lakukan itu.” (HR. Ahmad 6/344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Ash Shilsilah Ash Shohihah no. 1316)

6. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang di muka bumi ini mengucapkan: Laa ilaha illallah, wallahu akbar, subhanallah, wal hamdulillah, wa laa hawla wa laa quwwata illa billah, melainkan dosa-dosanya akan dihapus walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Ahmad 2/158, sanadnya hasan)

7. Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda, “Aku pernah bertemu dengan Ibrahim pada malam ketika aku diisra`kan, kemudian ia berkata, ‘Wahai Muhammad, sampaikan salam dariku kepada umatmu, dan beritahukan kepada mereka bahwa Surga debunya harum, airnya segar, dan surga tersebut adalah datar, tanamannya adalah kalimat: Subhaanallaahi wal hamdu lillaahi laa ilaaha illaahu wallaahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar).” (HR. Tirmidzi no. 3462. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

8. Dari Abu Sa’id Al Khudri dan Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah memilih empat perkataan: subhanallah (Maha suci Allah) dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah) dan laa ilaaha illa allah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah) dan Allahu akbar (Allah maha besar). Barangsiapa mengucapkan subhaanallah, maka Allah akan menulis dua puluh kebaikan baginya dan menggugurkan dua puluh dosa darinya, dan barangsiapa mengucapkan Allahu Akbar, maka Allah akan menulis seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan laa Ilaaha illallah, maka akan seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin dari relung hatinya maka Allah akan menulis tiga puluh kebaikan untuknya dan digugurkan tiga puluh dosa darinya.” (HR. Ahmad 2/302. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya shahih)

Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk istiqomah mengamalkan zikir “Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar” dalam kehidupan seharian kita. In sya allah.

Consultant-Speaker-Motivator: www.ahmad-sanusi-husain.com

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Keutamaan Zikir “Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar”

 

Mukjizat Al Qur’an tentang Kebumian Ep. 2

Oleh: Dr.Eng.Yunus Daud,Dip.Geotherm.Tech.,M.Sc

Ahad,12 Oktober 2012
@Masjid UI,Depok

Syekh Syaid Quthb dalam Tafsir menggambarkan Fajar: “saat itu ada malaikat yang menyaksikan ketika melihat alam semesta, ia tenang”. Udara tenang. Mutmainnah. Ketika melihat orang beriman, hatinya tenang. Ketika malam bersujud pada Allah, ini gerakannya sama antara hamba Allah yang bernama manusia, langit dan juga gerakan bumi. Yakni gerakan tasbih pada Allah.

Kita belajar pada malaikat yang mengatakan Maha Suci Engkau Ya Allah yang telah menganugrahkan ilmu pada kami. Tidak ada sedikitpn takabur pada malaikat.

Alquran is always one step ahead of science #UIBertafakur

Ali Imran 190 -191. Ayat ini yang membuat Rasulullah menangis tersedu-sedu, sehingga Bilal bertanya Menangis? #UIBertafakur

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia- sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Al-Imran: 190-191)

Tiga posisi penting pada manusia. Kita disuruh untuk senantiasa dalam keadaan berdzikir dan berpikir penciptaan Allah. Maka dari itu, jika ingin memikirkan ciptaan Allah, kita perlu ngaji dan berzikir dulu pada Allah #UIBertafakur

Saya kalau liat gunung, yang saya lihat adalah ufuk disebalah timur, utara, selatan, utara.. MasyaAllah… Kita tahu ada yang lebih luas. Ufuk itu adalah garis horizon yang kalau kita cari ujungnya kita gak bisa nemu#UIBertafakur

Kita harus sering-sering memikirkan ciptaan Allah. Saat BAB, kita renungkan proses ini..saat kita sakit perut..disana ada proses luar biasa. Sesungguhnya Alquran itu adalah benar! Kita harus sering-sering melatih diri memikirkan penciptaan Allah setiap harinya #UIBertafakur

Apakah hubungan Alquran dan Alam Semesta, apakah? Ayat kauliyah memberikan isyarat-isyaratNya tentang alam semesta(ayat kauniyah). Jika kita jadikan penelitian, kita bakal menemukan hal-hal luar biasa. Sayangnya, kita jarang buka ayat kauliyahnya, Al Quran. Jadi kita tidak dapat isyarat-isyarat Allah #UIBertafakur

Kajian hari ini kita akan membahas:
1.Bumi dihamparkan sebagai permadani (Ad Dzariyat:48)
Bumi itu hamparan magma #UIBertafakur

Magma Bumi

2.Bumi diciptakan Allah tujuh lapisan (At Thalaq 65:12)
3.gunung sebagai pasak,tiap pancang (Alhijr 19 dan An Naba 6 7)

Bumi dipancangkan dariatas atau dr bawah? Dari bawah dan pancangnya adalah gunung #UIBertafakur

4.Gunung berfungsi sebagai rem (Luqman: 10)
5.Gunung berjalan sebagaimana awan berjalan (An Naml 88)

Bumi itu berlapis lapis

Dengan teknologi, kita tahu ada yang disebut inner core, yang padat. Ada outcore yang cair. Yang di bawah laut tipis lapisannya tapi padat. Yang dibawah gunung lapisannya tebal tapi cair #UIbertafakur.

Kata Allah Kalian gak tahu. Kita manusia bodoh.kita kira gunung gak berjalan, tapi dia sungguh berjalan.Jalannya gak sepertijalan anak yg berbaris tapi seperti awan. Makanya untuk memahaminya kita harus memahami bagaimana awan itu berjalan.

At Thariq: 11-13
Bumi itu terbelah/terpatahkan. Walaupun dia hamparan tapi terblok blok #UIBertafakur

Ada patahan, ada blok-blok kata Allah dan blok-blok itu bergerak dan geraknya tidak satu arah tapi ada yang berputar dan blok yang paling stabil adalah Saudi Arabia yang ada Ummul Quro yang ada ka’bahnya.

World Tectonic Plates

Bloknya Indonesia melekat ke Austalia dan Australia gerak melekat ke Indonesia. Syaratnya apa? Kita harus menjadi tetangga yang baik. Gerakannya berapa lama? 12 Cm/tahun. MasyaAllah..dan gerakan ini tidak terasa. Samudra gerakannya ke dalam supaya tidak ditumpah. Allah atur sedemikian rupa. Terkadang ada yang bergerak sedikit keatas. Sedikt aja dan jadilah Tsunami.

Gerakan lempengan darat gerakannya ke atas. Diam-diam tapi pasti dia semakin meninggi dan suatu saat akan bertubruk. Scientist selalu meneliti hingga hari ini tapi tidak ada yang tahu kapan itu kecuali Allah. Makanya gunung Himalaya itu makin lama makin tinggi. Jadi kalau pernah menaklukkan puncak Himalaya 10 tahun yang lalu berarti belum hebat karena tahun ini dia lebih tinggi. MasyaAllah. Lihat Himalaya, Fuji, di atas gunung itu ada supply airnya.

Gambar penunjaman lempeng tektonik

Jika ada tumbukan darat dengan darat.emang paling takjub skrg adalah Himalaya walaupun disekitarnya seperti daerah Tibet jg ikut naik tapi lbh sedikit. Inilah bukti dari pergerakan bumi tersebut.

Video earth 100 million years from now: dapat dilihat di sini

Inilah gerakan lapisan-lapisan bumi yang telah Allah isyaratkan dan tentang gunung yang dipancangkan.

Video Plate Tectonics: dapat dilihat di sini

Dulu sahabat dan Rasulullah gak punya ilmu ini tapi percaya dan yakinnya luar biasa.
——————————
Q:Bumi bulat dalam Alquran?
A:Allah menggunakan kata Yukawwiru artinya memutar. Allah memutar malam atas siang.dan siang atas malam.

Bukan sekedar replace mngganti. Berarti kalau Allah pakai kata memutar,berarti Bumi itu Bulat. MasyaAllah

Wallahu’alam
——————————

Video kajian dapat dilihat di sini : Part 1 dan Part 2
Ikuti kajian dwimingguan selanjutnya
Twitter:@masjidUI

sumber : http://mesjidui.ui.ac.id/mukjizat-al-quran-tentang-kebumian-ep-2/